News Berita

2.606 Sekolah Rusak Akibat Bencana Sumatera Telah Direvitalisasi

2 Ribu Lebih Sekolah Rusak Akibat Bencana Sumatera Telah Direvitalisasi #newsupdate #update #news #text

2.606 Sekolah Rusak Akibat Bencana Sumatera Telah Direvitalisasi
Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran saat memberikan paparan mengenai update penanganan bencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran saat memberikan paparan mengenai update penanganan bencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Sebanyak 3.002 sekolah mengalami kerusakan akibat bencana di wilayah Sumatera. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.606 sekolah di antaranya telah direvitalisasi.

Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Amran, mengatakan revitalisasi itu dilakukan secara swakelola dan bekerja sama dengan TNI AD.

“Dari tim kerja sama dengan TNI Angkatan Darat ya, sebanyak 2.606 sekolah yang direvitalisasi secara swakelola,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

Sekolah terdampak bencana di Bireuen, Aceh, yang telah direvitalisasi. Foto: Dok. Kemendikdasmen
Sekolah terdampak bencana di Bireuen, Aceh, yang telah direvitalisasi. Foto: Dok. Kemendikdasmen

Selain yang telah direvitalisasi, Amran mengatakan, ada 267 sekolah telah direlokasi. Hal itu terpaksa dilakukan karena sekolah-sekolah tersebut mengalami kerusakan berat.

“267 sekolah kategori rusak berat dan relokasi yang sudah selesai dilaksanakan ya,” sebut Amran.

Amran juga mengungkapkan, pemerintah telah menyalurkan Rp 1,3 triliun untuk pemulihan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak bencana Sumatera. Kata Amran, dana tersebut baru merupakan tahap pertama dari agenda pemulihan fasilitas pendidikan.

“Kalau rincian secara detailnya sangat banyak ya, tapi secara keseluruhan bantuan yang diturunkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan terdampak itu sebesar Rp 1,3 triliun untuk tahap satu,” ungkap Amran.

Buka sumber asli